seringkali kunikmati apa yang aku sebut luka
kupikir aku cukup mampu hadapi ini
kini perlahan meresap ke dada
menyesakkan nafas dan tetap kunikmati
sampai kapan ini kan terjadi
sampai lebur hati tak tersisa
sampai tak kudapati solusi
sampai ku berubah maya
rasa yang pernah kualami kini kembali
buatku terdiam seolah depresi
semoga ini hanya halusinasi
tak berarti ini tak kualami
SEN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar